Oleh : DR. SRIYATIN SHODIQ, SH. MA.
Contoh
Perhitungan Awal Waktu Shalat dengan Data Ephemeris Hisab Rukyat
(Hisabwin Version 1.0/1993 atau Winhisab Version 2.0/1996)
disampaikan pada Kegiatan
“Penataran/Pelatihan/Orientasi/Kuliah/Pertemuan/Diklat Hisab Rukyat”
Sejak Tahun 1993 Sampai dengan Sekarang, Cara Penggunaan Sama hanya
Contoh Perhitungan Dibuat Berbeda/Disesuaikan. Semoga Bermanfaat. Amin.
1. Data dan Rumus yang Digunakan
Dalam melakukan hisab awal waktu shalat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
a. Data yang harus diketahui
1). Lintang tempat (f)
2). Bujur tempat (l)
3). Deklinasi matahari (do)
4). Equation of time/perata waktu (eo)
5). Tinggi matahari (ho)
6). Koreksi waktu daerah (Kwd) : (ldh - ltp )/15
7). Ikhtiyat
b. Rumus yang dipergunakan
1). Rumus sudut waktu matahari
Cos t = - tan f tan d + sin h / cos f / cos d
2). Rumus awal waktu
12 – e + t + Kwd + i
3). Rumus tinggi matahari (ho)
Ashar : Cotan h = tan zm + 1 atau zm = [p – d]
Maghrib : - 1o
Isya : - 18o
Subuh : - 20o
Terbit : 1o
Dhuha : 4.5o
4). Rumus koreksi waktu daerah
Kwd = (ldh - ltp)/15